Sebuah perjuangan terjadi saat seorang wanita ini
sekuat tenaga mempertahankan agar anaknya terlahir di dunia penuh warna ini .
suara jeritan saat menahan sakit berputar dalam ruangan itu dengan bantuan
dokter dan perawat disekelilingnya wanita ini tetap kuat untuk menahan sakit
yang ia rasa dalam pikirnya hanya ada satu keinginan agar anaknya lahir dengan
selamat.
Sedangkan
di luar sana seorang pria sedang kebingungan kesana kemari untuk menanti
anaknya lahir , doa dan rasa khawatir yang ia rasakan bercampur aduk dalam
hatinya , samar – samar suara sang istri yang berteriak dalam perjuangannya
membuat pria ini takut dan rasa khawatir ini menusuk hingga keseluruh tubuhnya.
Resah dan khawatir yang ia rasakan dalam pikirnya hanya terbayang dia ,
istrinya dan anak mungilnya menjadi keluarga yang bahagia. Tak berapa lama
berselang akhirnya putri mungilnya ini lahir dengan selamat dan sehat derai
tangis dari sang ibu pun mulai menetes demi tetes , tanggal 06 january lahirlah
putri mungil bernama Hanna Sakura yang memiliki arti bunga sakura.
Waktu terus
berjalan tak ada hentinya berputar. Hari demi hari , bulan demi bulan , tahun
demi tahun kini sudah mereka lewati perputaran waktu itu. Sakura kecil kini
menjadi gadis remaja yang sudah mengerti artinya kebersamaan , memiliki teman
namun sakura belum pernah merasakan namanya cinta. Ditaman yang ditumbuhi
ilalang tinggi. Sakura duduk disebelah sahabatnya. Bima. Cowok manis ini rela
memberikan pundaknya untuk sakura. Bisikan.“ bim , rasanya punya pacar itu
gimana yah? Bahagia gak sih? “ Tanya sakura pada temennya. Bima adalah teman
sakura sejak sakura kecil. Cowok hitam manis , berkacamata yang hobbynya basket
dan menggambar animasi jepang adalah sahabat sakura dari kecil. mereka selalu
bersama dan hingga sampai sekarang mereka bersahabat “ rasanya pacaran itu
awalnya aja sih bahagia tapi akhir – akhirnya pahit “ jawab bima dengan nada
sok bijak
“ oh ya? Emang
contohnya seperti apa bim? “
“ aku
gak bisa kasih contoh karna aku sendiri belum pernah pacaran . hehehe .. “
“
huuu dasar kirain lo tau masalah beginian “
Tawa lepas telah mereka lakukan samar – samar suara
sakura berbisik mengikuti alur angin berhembus “ andai aja aku bisa merasakan
yang namanya cinta “
Taman yang bersekelilingkan ilalang tak pernah bima
lupakan bisikan sakura.
Malam
ini bima duduk termenung di pinggir balkon kamarnya , ia menerjemah kata demi
kata maksud keinginan sakura andai saja
aku bisa merasakan yang namanya cinta kata – kata ini selalu berputar di
telinganya. Sesak yang bima rasakan. Pria jangkung hitam manis ini hanya bisa
berdiam dan mencari jawabannya.
Embun
pagi membasahi rerumputan nan hijau di halaman bibir rumah sakura. Cahaya
matahari cerah merambat ke sela – sela tirai dan menghidupkan suasana gelap
menjadi terang , awan awan mimpi masih berkeliaran diatas angannya. “ bangun
woeeeyyyy “ bising yang ia rasa , bima tengah membangunkannya.
“ gila lu
monyet!! Ngagetin gue aja “ sakura mencoba membuka mata lalu menatap bima
dengan detail. Kaos basket , bola basket , tas baset.
“ lu tidur apa
mati sih buset alarm nyala tuh “
“ gue gak pasang
alarm “
“ gue tadi
telepon lu putri tidur “
“ telpon? “
dengan cepat sakura menyambar Handphone nya. Dilihatnya 15x bima telah
menelponnya. Sakura pun mendongakkan kepalanya lalu tertawa tanpa punya rasa
bersalah
“ hellooooo , lu
lupa yah hari ini kita mau lihat tanding baset disekolah , gue kan maen disana
“
“ cieee , iya ya
gue lupa , yaudah lu tunggu di luar dulu aja mau mandi nih “
“ oke “
Menanti itulah hal yang dibenci. Bima tau sifat
sahabat ceweknya ini. Lama dan lambat. Dan hasilnya selalu berantakkan. Kaos
oblong dan jeans pendek selalu menjadi style cewek kurus dan mungil. Style
sakura adalah tontonan yang membikin bima bisa menebak pakaian yang akan di
pakai sakura tiap harinya “ eh bim , nunggu sakura yah ? “ disela bima melamun
karena menunggu sakura tiba – tiba suara rian kakak sakura mengagetkan
lamunannya “ eh kak , iya nih lama tuh bocah , gak tau deh lagi mandi apa lagi
berekanasi dengan shower , hehe “ canda bima
“
kebiasaan tuh anak emang , yang sabar aja ye , yasudah mau berangkat dulu nih
keburu telat , duluan ya bim “ percakapan itu mengakhiri pertemuan mereka.
Hanya punggung rian lah yang bisa bima pandang hingga bayangan punggung itu
hilang bersamaan dengan mobil yang rian bawa.
15menit
sudah bima menunggu sakura di ruang tamu namun sosok mungil itu belum juga
muncul batang hidungnya. Terhenyak hatinya untuk berkeliling rumah sakura walau
Bima sudah hafal betuk sela – sela rumah ini , mulai dari tempat rahasia ,
kamar sakura dan keluarganya , tempat bermain , dan pada sampai di penghujung
lorong. Bima masih ingat betul lorong itu mengarah kesuatu tempat dimana dia
dan sakura menemukan tempat yang indah. Namun bima enggan untuk mengingatnya.
Suara
ubin kayu mulai membuyarkan semua , sakura berlari menuju tempat bima
menunggunya “ nunggu lama yah? “ dengan wajah yang tak bersalah sakura pun
tertawa.
Suasana
sekolah ramai tak terkendali , banyak festifal dan perlombaan yang dilaksanakan
di SMA Lingkar Barat. Ada lomba balap karung , cheerleader , basket , dll. “
bima kemana sih? Lama banget “ salah satu pemain basket dari regunya pun mulai
berkomentar. Semua gelisah mereka takut bahwa kaptennya ini takkan datang. Resah
dan gelisah. Mondar – mandir kesana kemari untuk menenangkan diri. Dan pada
akhirnya Cowok hitam manis yang mereka harapkan pun datang kedalam arena dengan
seorang perempuan mungil yang selalu menemaninya.
“
bim! Lama banget sih “
“ iya
nih maaf , bentar lagi mulai , gue ganti dulu yah “ bima pun berlari menuju
ruang ganti.
Sakura terpisah dari bima. Ia duduk di bangku
penonton yang dekat dengan tempat para anggota bima menaruh barangnya masing –
masing. Sakura melirik sana kemari seperti mencari sesuatu yang hilang ,
mencoba mencari yang membuatnya tenang. Namun sejauh mata memandang ia hanya
menyaksikan penoton menunggu permainan dimulai.
Peluit
pun mulai di tiup , semua mata penonton tertuju pada pertandingan tersebut. Ini
yang mereka tunggu sebuah pertandingan yang sengit akan segera dimulai.
Menggenggam tangan sakura berharap agar regu basketnya bima menang dalam
kejuaraan.
Permainan
ini mulai memanas. Ibarat pop corn yang telah di masak. Setiap regu berlomba –
lomba mencetak nilai dengan sempurna. Di tempat duduk sakura bisa melihat
perjuangan bima untuk mengarahkan anak buahnya untuk memiliki strategi yang
bagus. Tak mau kalah Penonton pun mulai bersorak – sorak dan memberikan
semangat kepada regu yang mereka dukung. Lagu kebangsaan regu dan teriakkan memeriahkan
aula sekolah di SMA BAKTI MULYA. Waktu pertandingan pun usai wasit meniupkan
peluitnya. Dilihatnya 16-20 Harapan itu pun terwujud pertandingan usai.
Kemenangan pun di raih dari SMA BAKTI MULYA.
“
gimana pertandingannya keren gak? “ celoteh bima girang akan prestasi yang dia
raih.
“
keren kok sangking kerennya aku tidur. Hehe .. “
“ yah
rugi gue ngajak loe kesini “
Disela mereka bercanda , sakura merasa salah tingkah
saat salah anggota bima mendekati. Cowok tinggi putih , postur tubuhnya agak membungkuk
, seolah tinggi tubuh yang ia miliki membuatnya tak nyaman. Namanya aditya. “
bim , pulangnya bareng yah “ suara aditya sukses membuat sakura melongo tak ada
hentinya. Dia merasa ada suatu sihir yang membuatnya berdiam diri dan
membayangkan hal menarik dengan aditya. “ oh okey dit , oh iya kenalin nih
temen aku , namanya sakura “ sambil memperkenalkan bima melongo saat melihat
teman satunya itu sedang bengong menatap lurus aditya tanpa berkedip. Sakura
pun tersentak saat bima menyenggol punggung tangannya “ oh hay salam kenal
namaku sakura “ menahan malu sakura pun berusaha bersikap biasa. Aditya yang
melihatnya hanya tersenyum manis , disaat itulah sakura merasa kasmaran.
Malam
harinya sakura tak ada hentinya melamunkan aditya. Boneka rilakuma yang menjadi
hadiah ulang tahun dari bima kini ia peluk. Disela – sela pelukannya itu sakura
mulai jauh terjatuh dalam bayangannya dengan aditya. Membayangkan berada di
taman bersama aditya , duduk berdua sambil menikmati indahnya bunga sakura yang
gugur sehelai demi helai. Senang bercampur kangen membuatnya selalu melamun dan
senyum – senyum sendiri. Rian yang tak sengaja lewat depan kamarnya sakura
setengah kaget melihat adik kecilnya ini tengah senyum – senyum sendiri di atas
ranjang yang terbungkus sprei animasi gambar karakter kesukaannya. “ kamu
kenapa sar? “ pintu pun terbuka , sakura merasa terganggu saat kakaknya
memasuki daerah kekuasaannya. “ ah ndak apa , udah ah sanah aku mau tidur “
sakura pun membalik badan dan membungkus badannya dengan selimut kesayangannya.
Malam itu hari dimana selama 17 tahun baru pertama kali ini sakura merasa yang
namanya cinta pada pandangan pertama.
Sebulan
dari pertandingan itu . Pagi buta bima sudah menunggu sakura di pelipis trotoar
dapan rumah sakura dengan sepeda ontel setianya. Menanti membuatnya bosan. Bell
sepeda yang slalu ia mainkan menjadi hiburan sesaatnya. Sejauh mata memandang
hanya rumah – rumah yang berjejer rapi tanpa ada yang terlewat dari
pandangannya. Tak lama kemudian Sakura mungil pun keluar dengan riang. Seolah –
olah ada sebab yang membuatnya seperti ini. “ morningggg ..” setengah jelas
sakura menyapa bima dengan selembar roti yang masih tergantung di mulutnya. “
yuk berangkat “ ajaknya.
Di
perjalanan menuju sekolah sakura terdiam , hanya senyum yang ia pancarkan untuk
pagi hari ini. “ lu ngapain sih senyum – senyum sendiri? “ bima mulai penasaran
jawaban apakah yang akan ia dengar dari sahabat mungilnya ini. “ aku merasakan
hal yang berbeda bim saat aku melihatnya “ gumam sakura lirih. “ siapa? “
“
teman kamu , aditya “
“ oh
si aditya pratama? “
“ iya
mau aditya siapa lagi. Mendengar namanya saja aku sudah merasa seneng gimana
gitu. “
Sepanjang perjalanan Bima hanya bisa diam dan tak
berkomentar , lebih baik ia mendengarkan sahabatnya itu bercerita hingga capek.
Sesampai
di sekolah seperti biasa bima memparkiran sepedanya ke tempa yang telah
disediakan sedangkan tugas sakura menunggu bima kembali. Sakura menunggu bima
di depan parkiran dengan memegangi tas punggung milik bima. “ hay sakura “
sakura terdiam lalu mendongakkan kepalanya , ia terkejut , ia melihat aditya
tengah berdiri di depannya dengan senyuman yang sama seperti yang ia lihat di
lapangan basket kemarin. “ hey dit “ sapa sakura.
“
nunggu siapa? “
“
bima “
“ aku
temenin yah “
Tubuh sakura mulai kaku. Kata – kata terakhir yang
aditya ucapkan padanya sukses membuatnya terpaku. Kalau aku bom pasti sudah meledak detik itu juga bisiknya dalam
hati. Tak lama kemudian bima muncul “ eh dit , loe disini “ sapanya sambil
setengah melirik sakura. Bima teringat dengan curhatannya sakura tadi pagi.
Bahwa sakura tengah bergosip sendiri tentang aditya. Bima bisa membaca raut
wajah khawatir yang sakura tampakkan. Namun tanpa ia melihat wajah itu bima
sudah menyadari untuk menjadi seseorang yang tak mendengar apa yang sakura ucap
tadi pagi. “ yuk ke kelas “ ajak bima untuk mengakhiri percakapan pagi ini.
Bima
dengan sakura berbeda kelas. Bima memasuki kelas IPA bersama dengan aditya
sedangkan sakura memasuki kelas BAHASA. “ gue ke kelas dulu yah , belajar yang
rajin lu “ kata bima sambil mengacak – acak rambut sakura. Tanpa komentar
sakura pun bergegas memasuki kelas. “ bim , kamu kenal dekat dengan sakura? “
Tanya aditya dengan hati – hati ia meluncurkn pertanyaan itu.
“
udah lama dit , dari TK malah , kita juga tetanggaan bareng kok , jadi mau gak
mau yang gue lihat Cuma sakura dan temannya “ ungkap bima.
“
sakura itu manis bim , kenalin dong “
Bima pun terdiam. Bima merasa bahwa tadi pagi sakura
juga berkata hal yang sama. Bima mencoba mengingat curhatan pagi sakura yang
sempat ia tak mendengarkannya. Ntah apa yang dalam pikiran bima , mungkin ini hanya kebetulan.
“
sakuraaaaaaa “ dari lorong kelas Cewek bule adalah sahabatnya dari SD yang
selalu menemaninya ntah itu dikelas mau pun di rumah selvi namanya. Selvi
berlari mendekati sakura dengan membawa coklat berbentuk hati ditangannya “ eh
selvi , pagi – pagi udah semangat 45 nih “
“ gue
gak semangat gegara lu , gue semangat nyariin sahabat lu , mana tuh bima? “
Sakura pun terhenyak sejak kapan selvi suka dengan bima? Selama kita bersama baru kali ini
selvi mengatakannya kata – kata itu berputar dalam pikiran sakura namun
sakura mencoba untuk menjawabnya.
“
bima , dimana yah? Tadi gue kantongin . eh ilang “
“
monyet loe . gue serius “
“ ada
apaan sih serius banget kelihatannya “
“ lu
gak inget yah? Ini tanggal berapa? “
“ 14
february “
“ nah
lu tau , gue mau ngasih coklat buat bima “
Sakura pun terdiam valentine days pikirnya dalam hati.
“
udah ah gue cari bima dulu “ selvi pun pergi meninggalkan sakura yang tengah
bengong di depan kelas. Dalam hati sakura hanya bisa berbisik kira – kira aditya kasih aku coklat gak yah?.
Kelas
IPA yang di huni oleh manusia cerdas itu mulai membuat kebisingan . berbeda
dengan aditya dan bima . mereka berdua bagaikan dua homo yang sedang bergosip.
“ bima …. “ panggil selvi dari depan kelas bima.
“
tumben kesini? Ada apaan “
“ ini
buat kamu “ dengan malu – malu selvi mencoba memberanikan diri untuk memberinya
cokla buatannya. Lalu pergi dari hadapan bima. Bima hanya berdiam dan bingung ,
hari ini membuatnya jadi pusing . sebenarnya ada apa sih? Bisiknya dalam hati.
“ dapet coklat
dari siapa? “ Tanya aditya
“
dari selvi sahabatnya sakura “
“ gue
nanti juga mau ngasih coklat ini buat sakura “ sambil mengambil coklat bentuk
hati yang aditya siapkan dari kemarin. Bima hanya bisa diam , diam – diam dia
juga telah mempersiapkan coklat untuk sakura. Bima mencoba melirik coklat itu
yang ia simpan di tasnya. Namun bima berfikir kembali untuk tidak memberikannya
kepada sakura karna dia tau bukan coklatnya yang dia harapkan. “ oh iya , kamu
suka sama sakura dit? “ dengan hati – hati bima menanyakan hal itu . pertanyaan
yang mengganjalnya sebulan kemarin. “ iya bim , gak tau kenapa aku suka sama
dia , kamu mau bantu gak aku deket sama dia? “ bima gak bisa menjawab kini
dadanya kian sesak setalah aditya berkata demikian. Seharusnya aku senang! Seharusnya aku mau membantunya namun kenapa aku
merasa kini aku tak mampu! Aku lupuh dengan jawabannya bisik bima. Teringat
dengan kejadian beberapa bulan yang lalu. Ditaman. Berdua dengan sakura.
Bisikkan itu. Masih terasa hangat. Seperti kemarin sakura membisikkan di telinga
bima. Kata – kata harapan itu semakin lama semakin membuat bima kaku tak tentu
arah. Seharian penuh bima terdiam . mencoba mencerna jawaban aditya tadi pagi.
Kediaman bima tak diketahui oleh aditya , karena aditya merasa itu sudah
menjadi sifat bima biasanya.
Seusai
sekolah seperti biasa sakura menunggu bima di ambang pintu gerbang parkiran.
Dengan jaket pink berhias hello kitty kesukaan sakura dan tas pink yang dia
gantung di pundak tidak lupa botol kecil berwarna pink di bawanya setiap hari.
Tak terasa hari demi hari sakura terlihat serba pink dengan perpaduan kulitnya
yang putih bagaikan bunga sakura yang siap gugur di tanah. Dari kejauhan aditya
berjalan lurus tepat menuju sakura. Degub jantung kini menjadi music yang ia
pikir secara otomatis akan berputar. “ hey sakura “ aditya pun mulai basa –
basi.
“ hey
dit! Bima mana? Kok gak bareng? “ sambil celingukan mencari bima yang dari tadi
di tunggunya. “ ini aku mau kasih ini “ coklat hati ini akhirnya diberikan
kepada sakura. Sakura hanya bisa memandangnya. Harapan yang ia nanti akhirnya
terwujud juga. “ ini serius dit? Coklat di hari valentine? “ senang gak karuan bercampur
menjadi satu “ diiittt .. makasih banget lho. Aku bingung harus ngomong gimana
lagi “ baginya melihat senyum sakura itu udah lebih dari cukup.
Dari
kejauhan bima melihat sakura mendapatkan coklat dari aditya. Bima merasa ada
sesuatu yang tak beres dengan hatinya. Ia mulai menerjemahkan apakah aku
cemburu? Berputar – putar bima memikirkannya tanpa ia tau tiba – tiba selvi
mengagetkannya “ wooeeyy . bengong sendiri aje , awas kesambet cewek cantik “
“ ih
apaan sih lu “
“
mandangin siapa sih? “ selvi pun mengikuti arah mata bima memandang “ lu
mandangin sakura sama aditya? Ya allah bimaaaaa . samperin aja lagi ngapain di
pandangin doang. “
“ lu
gak bakal ngerti sel , udeh diem aja “
“ lu
suka sama sakura? “
Bima pun terdiam dengan pertanyaan yang di ajukan
kepadanya. Bingung harus jawab apa. Bima pun memilih diam.
Cinta pun tak
menjawab
Awan
nan langit biru yang cerah , bima duduk di bawah pohon di taman dimana taman
ini adalah tempat rahasia bima untuk berfikir dan melamun.
“ aku suka sakura? Apa iya? Kok aku gak tau ya? “
bergumam dan bergumam hanya ituyang bisa di lakukan bima gak ngerti harus
gimana bingung yang dirasa mungkin kata kerennya adalah galau.
Telpon
pun berdering dilihatlah layar HP tertulis panggilan masuk dari sakura. Melihat
nama itu bima enggan menjawabnya. Reject ..
“ ih
bima matiin telpon gue! “ sambil cemberut sakura pun membanting hpnya ke atas kasur
“ lu kenapa sih? “ selvi yang dari tadi merhatikan
sahabatnya uring – uringan menunggu ketidak jelasan “ ada apa sih cantik “.
“ ini lho sel , bima! Gak angkat telpon gue “
“ lu ngapain nyariin bima? Lu pacaran? kok khawatir
banget? “
Sakura pun terdiam , sakura berfikir apa yang di
katakana selvi , kalau memang aku sama
bima Cuma teman kenapa aku khawatir sama bima ya? Gumamnya dalam hati.
“ yeee malah bengong nih bocah jawab woeeeyyy!! “
“ hehehehe ,
enggalah gue kan sahabatnya bima , kalau
bima kenapa – kenapa kan gue juga yang repot , sebagai sahabat yang baik boleh
dong gue khawatir “
“ lah lu emang pernah khawatir sama gue? Gue kan
juga sahabat loe “
Sakura hampir akan menjawab pertanyaan selvi namun
ada sesuatu yang mengagetkan mereka berdua.
“ guyyysssss “ suara zulfi menggelegar kamar sakura.
“ lu apaan sih kayak kesetanan “
“ gue ikutan nginep yah plissss “
“ rumah lu kan di sebrang sana “ sambil menunjuk
rumah mewah di depan rumah sakura.
“ lu gak bersahabat banget deh sel , rumah lu kan juga
di sebelah “
“ udah deh kalian ini mau nginep aja rebutan “
“ apa sih ? kita kan gak serius please deh sar “
Canda tawa pun dimulai perang bantal dan guling pun
telah terjadi. Di luar sana bima lewat denga menuntun sepedanya , sejenak bima
berhenti di depan rumah sakura , melihat sakura dan kawannya bercanda riang
bersama. Ingin sekali mampir untuk lebih dekat melihat sakura tersenyum namun
bima mengurungkan itu semua. “ melihat kamu tersenyum itu membuatku cukup ,
maaf ya sakura “ bisikan bima pun terdengar oleh angin malam yang berhembur
lirih. Akhirnya bima pun pergi menaiki sepedanya.
Sakura melihat cendela berharap bima memberinya
kabar di tengoknya jalanan di depan rumahnya merasakan bima lewat sambil
melambaikan tangannya.
Pagi yang cerah sakura menunggu bima di depan pagar
rumah , 15menit sudah sakura menunggu namun bima tak kunjung datang.
“ bima mana sih? “ sakura mulai khawatir
“ sar nunggu sapa? Bima kemana? “
“ gak tau nih kak? “
“ telpon aja “
“ gak bisa “
“ terus mau nuggu sampe kapan?”
“ bareng aja deh “
Dalam perjalanan sakura hanya bisa cemberut saja
karena heran dengan apa yang di pikirkan bima.
“ kenapa sih kak bima itu? Bingung deh “
“ Tanya aja sama orangnya aja “
“ mana mau ngaku sih “
“ emang kamu ngapain dia”
“ gak ngapa – ngapain terakhir aku cerita ke bima
kalau aku suka sama seseoranga namanya aditya pratama kak “
“ ya ampun dek , kamu umur berapa sih? Udah SMA kok
kolot banget , itu namanya bima cemburu , bima ngilang berarti dia udah gak mau
ngeganggu hubungan kalian berdua “
“ tapi kak … “
“ udah deh , coba pikirkan “
Sakura pun diam dan mulai berfikir apa yang di
katakana kakaknya ada benarnya.
Di sudut kelas bima melamun memikirkan apa yang dia
rasakan “ seharusnya aku bahagia kalau dia menyukain orang lain aku ini
sahabatnya gak lebih “ suara hatinya selalu berputar tanpa hentinya.
“ woey bim , ada yang nyariin loe nih , masuk aja
bima ada di pojokan tuh “ salah seorang teman bima menunjuk bima yang sedang
berdiam diri di pojok kelas.
Sakura memandang suasana yang ada di sekitar bima ,
suram , tanpa ada kehidupan. Perlahan ia pun mendekati
“ bima “
“ ya? “
“ kamu kenapa? Dan kenapa tadi kamu gak jemput aku?
“
“ maaf sakura , aku lagi ada masalah “
“ mau aku bantu? “
“ tidak terima kasih , ke kantin aja yuk aku lapar “
“ tidak terima kasih , ke kantin aja yuk aku lapar “
Seharian ini terasa berbeda , bima menjadi beda
tidak seperti biasanya , ceria dan penuh semangat.
“ sar , kamu kok tumben sendirian ? bima mana? “
“ bima? Bima , kemana ya? aduh gak tau deh “ sakura bingung
harus mengatakan apa. Dipikirannya hanya di hantui dengan sebuah tanda Tanya
yang besar.
“ hey dit “ sapa bima
Sakura tertegun dengan suara itu. Pelan – pelan
sakura mendongakkan kepalanya untuk melihat suara itu berasal.
“ sar , ntar malem maen yuk udah lama gak maen
bareng. “
“ i..i..iya ..” jawab sakura
BERSAMBUNG