Senin, 08 April 2013

LAGU UNTUK SAKURA


Sebuah perjuangan terjadi saat seorang wanita ini sekuat tenaga mempertahankan agar anaknya terlahir di dunia penuh warna ini . suara jeritan saat menahan sakit berputar dalam ruangan itu dengan bantuan dokter dan perawat disekelilingnya wanita ini tetap kuat untuk menahan sakit yang ia rasa dalam pikirnya hanya ada satu keinginan agar anaknya lahir dengan selamat.
          Sedangkan di luar sana seorang pria sedang kebingungan kesana kemari untuk menanti anaknya lahir , doa dan rasa khawatir yang ia rasakan bercampur aduk dalam hatinya , samar – samar suara sang istri yang berteriak dalam perjuangannya membuat pria ini takut dan rasa khawatir ini menusuk hingga keseluruh tubuhnya. Resah dan khawatir yang ia rasakan dalam pikirnya hanya terbayang dia , istrinya dan anak mungilnya menjadi keluarga yang bahagia. Tak berapa lama berselang akhirnya putri mungilnya ini lahir dengan selamat dan sehat derai tangis dari sang ibu pun mulai menetes demi tetes , tanggal 06 january lahirlah putri mungil bernama Hanna Sakura yang memiliki arti bunga sakura.
Waktu terus berjalan tak ada hentinya berputar. Hari demi hari , bulan demi bulan , tahun demi tahun kini sudah mereka lewati perputaran waktu itu. Sakura kecil kini menjadi gadis remaja yang sudah mengerti artinya kebersamaan , memiliki teman namun sakura belum pernah merasakan namanya cinta. Ditaman yang ditumbuhi ilalang tinggi. Sakura duduk disebelah sahabatnya. Bima. Cowok manis ini rela memberikan pundaknya untuk sakura. Bisikan.“ bim , rasanya punya pacar itu gimana yah? Bahagia gak sih? “ Tanya sakura pada temennya. Bima adalah teman sakura sejak sakura kecil. Cowok hitam manis , berkacamata yang hobbynya basket dan menggambar animasi jepang adalah sahabat sakura dari kecil. mereka selalu bersama dan hingga sampai sekarang mereka bersahabat “ rasanya pacaran itu awalnya aja sih bahagia tapi akhir – akhirnya pahit “ jawab bima dengan nada sok bijak
“ oh ya? Emang contohnya seperti apa bim? “
          “ aku gak bisa kasih contoh karna aku sendiri belum pernah pacaran . hehehe .. “
          “ huuu dasar kirain lo tau masalah beginian “
Tawa lepas telah mereka lakukan samar – samar suara sakura berbisik mengikuti alur angin berhembus “ andai aja aku bisa merasakan yang namanya cinta “
Taman yang bersekelilingkan ilalang tak pernah bima lupakan bisikan sakura.
          Malam ini bima duduk termenung di pinggir balkon kamarnya , ia menerjemah kata demi kata maksud keinginan sakura andai saja aku bisa merasakan yang namanya cinta kata – kata ini selalu berputar di telinganya. Sesak yang bima rasakan. Pria jangkung hitam manis ini hanya bisa berdiam dan mencari jawabannya.
         
          Embun pagi membasahi rerumputan nan hijau di halaman bibir rumah sakura. Cahaya matahari cerah merambat ke sela – sela tirai dan menghidupkan suasana gelap menjadi terang , awan awan mimpi masih berkeliaran diatas angannya. “ bangun woeeeyyyy “ bising yang ia rasa , bima tengah membangunkannya.
“ gila lu monyet!! Ngagetin gue aja “ sakura mencoba membuka mata lalu menatap bima dengan detail. Kaos basket , bola basket , tas baset.
“ lu tidur apa mati sih buset alarm nyala tuh “
“ gue gak pasang alarm “
“ gue tadi telepon lu putri tidur “
“ telpon? “ dengan cepat sakura menyambar Handphone nya. Dilihatnya 15x bima telah menelponnya. Sakura pun mendongakkan kepalanya lalu tertawa tanpa punya rasa bersalah
“ hellooooo , lu lupa yah hari ini kita mau lihat tanding baset disekolah , gue kan maen disana “
“ cieee , iya ya gue lupa , yaudah lu tunggu di luar dulu aja mau mandi nih “
“ oke “
Menanti itulah hal yang dibenci. Bima tau sifat sahabat ceweknya ini. Lama dan lambat. Dan hasilnya selalu berantakkan. Kaos oblong dan jeans pendek selalu menjadi style cewek kurus dan mungil. Style sakura adalah tontonan yang membikin bima bisa menebak pakaian yang akan di pakai sakura tiap harinya “ eh bim , nunggu sakura yah ? “ disela bima melamun karena menunggu sakura tiba – tiba suara rian kakak sakura mengagetkan lamunannya “ eh kak , iya nih lama tuh bocah , gak tau deh lagi mandi apa lagi berekanasi dengan shower , hehe “ canda bima
          “ kebiasaan tuh anak emang , yang sabar aja ye , yasudah mau berangkat dulu nih keburu telat , duluan ya bim “ percakapan itu mengakhiri pertemuan mereka. Hanya punggung rian lah yang bisa bima pandang hingga bayangan punggung itu hilang bersamaan dengan mobil yang rian bawa.
          15menit sudah bima menunggu sakura di ruang tamu namun sosok mungil itu belum juga muncul batang hidungnya. Terhenyak hatinya untuk berkeliling rumah sakura walau Bima sudah hafal betuk sela – sela rumah ini , mulai dari tempat rahasia , kamar sakura dan keluarganya , tempat bermain , dan pada sampai di penghujung lorong. Bima masih ingat betul lorong itu mengarah kesuatu tempat dimana dia dan sakura menemukan tempat yang indah. Namun bima enggan untuk mengingatnya.
          Suara ubin kayu mulai membuyarkan semua , sakura berlari menuju tempat bima menunggunya “ nunggu lama yah? “ dengan wajah yang tak bersalah sakura pun tertawa.

          Suasana sekolah ramai tak terkendali , banyak festifal dan perlombaan yang dilaksanakan di SMA Lingkar Barat. Ada lomba balap karung , cheerleader , basket , dll. “ bima kemana sih? Lama banget “ salah satu pemain basket dari regunya pun mulai berkomentar. Semua gelisah mereka takut bahwa kaptennya ini takkan datang. Resah dan gelisah. Mondar – mandir kesana kemari untuk menenangkan diri. Dan pada akhirnya Cowok hitam manis yang mereka harapkan pun datang kedalam arena dengan seorang perempuan mungil yang selalu menemaninya.
          “ bim! Lama banget sih “
          “ iya nih maaf , bentar lagi mulai , gue ganti dulu yah “ bima pun berlari menuju ruang ganti.
Sakura terpisah dari bima. Ia duduk di bangku penonton yang dekat dengan tempat para anggota bima menaruh barangnya masing – masing. Sakura melirik sana kemari seperti mencari sesuatu yang hilang , mencoba mencari yang membuatnya tenang. Namun sejauh mata memandang ia hanya menyaksikan penoton menunggu permainan dimulai.
          Peluit pun mulai di tiup , semua mata penonton tertuju pada pertandingan tersebut. Ini yang mereka tunggu sebuah pertandingan yang sengit akan segera dimulai. Menggenggam tangan sakura berharap agar regu basketnya bima menang dalam kejuaraan.
          Permainan ini mulai memanas. Ibarat pop corn yang telah di masak. Setiap regu berlomba – lomba mencetak nilai dengan sempurna. Di tempat duduk sakura bisa melihat perjuangan bima untuk mengarahkan anak buahnya untuk memiliki strategi yang bagus. Tak mau kalah Penonton pun mulai bersorak – sorak dan memberikan semangat kepada regu yang mereka dukung. Lagu kebangsaan regu dan teriakkan memeriahkan aula sekolah di SMA BAKTI MULYA. Waktu pertandingan pun usai wasit meniupkan peluitnya. Dilihatnya 16-20 Harapan itu pun terwujud pertandingan usai. Kemenangan pun di raih dari SMA BAKTI MULYA.
          “ gimana pertandingannya keren gak? “ celoteh bima girang akan prestasi yang dia raih.
          “ keren kok sangking kerennya aku tidur. Hehe .. “
          “ yah rugi gue ngajak loe kesini “
Disela mereka bercanda , sakura merasa salah tingkah saat salah anggota bima mendekati. Cowok tinggi putih , postur tubuhnya agak membungkuk , seolah tinggi tubuh yang ia miliki membuatnya tak nyaman. Namanya aditya. “ bim , pulangnya bareng yah “ suara aditya sukses membuat sakura melongo tak ada hentinya. Dia merasa ada suatu sihir yang membuatnya berdiam diri dan membayangkan hal menarik dengan aditya. “ oh okey dit , oh iya kenalin nih temen aku , namanya sakura “ sambil memperkenalkan bima melongo saat melihat teman satunya itu sedang bengong menatap lurus aditya tanpa berkedip. Sakura pun tersentak saat bima menyenggol punggung tangannya “ oh hay salam kenal namaku sakura “ menahan malu sakura pun berusaha bersikap biasa. Aditya yang melihatnya hanya tersenyum manis , disaat itulah sakura merasa kasmaran.
          Malam harinya sakura tak ada hentinya melamunkan aditya. Boneka rilakuma yang menjadi hadiah ulang tahun dari bima kini ia peluk. Disela – sela pelukannya itu sakura mulai jauh terjatuh dalam bayangannya dengan aditya. Membayangkan berada di taman bersama aditya , duduk berdua sambil menikmati indahnya bunga sakura yang gugur sehelai demi helai. Senang bercampur kangen membuatnya selalu melamun dan senyum – senyum sendiri. Rian yang tak sengaja lewat depan kamarnya sakura setengah kaget melihat adik kecilnya ini tengah senyum – senyum sendiri di atas ranjang yang terbungkus sprei animasi gambar karakter kesukaannya. “ kamu kenapa sar? “ pintu pun terbuka , sakura merasa terganggu saat kakaknya memasuki daerah kekuasaannya. “ ah ndak apa , udah ah sanah aku mau tidur “ sakura pun membalik badan dan membungkus badannya dengan selimut kesayangannya. Malam itu hari dimana selama 17 tahun baru pertama kali ini sakura merasa yang namanya cinta pada pandangan pertama.

          Sebulan dari pertandingan itu . Pagi buta bima sudah menunggu sakura di pelipis trotoar dapan rumah sakura dengan sepeda ontel setianya. Menanti membuatnya bosan. Bell sepeda yang slalu ia mainkan menjadi hiburan sesaatnya. Sejauh mata memandang hanya rumah – rumah yang berjejer rapi tanpa ada yang terlewat dari pandangannya. Tak lama kemudian Sakura mungil pun keluar dengan riang. Seolah – olah ada sebab yang membuatnya seperti ini. “ morningggg ..” setengah jelas sakura menyapa bima dengan selembar roti yang masih tergantung di mulutnya. “ yuk berangkat “ ajaknya.
          Di perjalanan menuju sekolah sakura terdiam , hanya senyum yang ia pancarkan untuk pagi hari ini. “ lu ngapain sih senyum – senyum sendiri? “ bima mulai penasaran jawaban apakah yang akan ia dengar dari sahabat mungilnya ini. “ aku merasakan hal yang berbeda bim saat aku melihatnya “ gumam sakura lirih. “ siapa? “
          “ teman kamu , aditya “
          “ oh si aditya pratama? “
          “ iya mau aditya siapa lagi. Mendengar namanya saja aku sudah merasa seneng gimana gitu. “
Sepanjang perjalanan Bima hanya bisa diam dan tak berkomentar , lebih baik ia mendengarkan sahabatnya itu bercerita hingga capek.
          Sesampai di sekolah seperti biasa bima memparkiran sepedanya ke tempa yang telah disediakan sedangkan tugas sakura menunggu bima kembali. Sakura menunggu bima di depan parkiran dengan memegangi tas punggung milik bima. “ hay sakura “ sakura terdiam lalu mendongakkan kepalanya , ia terkejut , ia melihat aditya tengah berdiri di depannya dengan senyuman yang sama seperti yang ia lihat di lapangan basket kemarin. “ hey dit “ sapa sakura.
          “ nunggu siapa? “
          “ bima “     
          “ aku temenin yah “
Tubuh sakura mulai kaku. Kata – kata terakhir yang aditya ucapkan padanya sukses membuatnya terpaku. Kalau aku bom pasti sudah meledak detik itu juga bisiknya dalam hati. Tak lama kemudian bima muncul “ eh dit , loe disini “ sapanya sambil setengah melirik sakura. Bima teringat dengan curhatannya sakura tadi pagi. Bahwa sakura tengah bergosip sendiri tentang aditya. Bima bisa membaca raut wajah khawatir yang sakura tampakkan. Namun tanpa ia melihat wajah itu bima sudah menyadari untuk menjadi seseorang yang tak mendengar apa yang sakura ucap tadi pagi. “ yuk ke kelas “ ajak bima untuk mengakhiri percakapan pagi ini.
          Bima dengan sakura berbeda kelas. Bima memasuki kelas IPA bersama dengan aditya sedangkan sakura memasuki kelas BAHASA. “ gue ke kelas dulu yah , belajar yang rajin lu “ kata bima sambil mengacak – acak rambut sakura. Tanpa komentar sakura pun bergegas memasuki kelas. “ bim , kamu kenal dekat dengan sakura? “ Tanya aditya dengan hati – hati ia meluncurkn pertanyaan itu.
          “ udah lama dit , dari TK malah , kita juga tetanggaan bareng kok , jadi mau gak mau yang gue lihat Cuma sakura dan temannya “ ungkap bima.
          “ sakura itu manis bim , kenalin dong “
Bima pun terdiam. Bima merasa bahwa tadi pagi sakura juga berkata hal yang sama. Bima mencoba mengingat curhatan pagi sakura yang sempat ia tak mendengarkannya. Ntah apa yang dalam pikiran  bima , mungkin ini hanya kebetulan.

          “ sakuraaaaaaa “ dari lorong kelas Cewek bule adalah sahabatnya dari SD yang selalu menemaninya ntah itu dikelas mau pun di rumah selvi namanya. Selvi berlari mendekati sakura dengan membawa coklat berbentuk hati ditangannya “ eh selvi , pagi – pagi udah semangat 45 nih “
          “ gue gak semangat gegara lu , gue semangat nyariin sahabat lu , mana tuh bima? “
Sakura pun terhenyak sejak kapan selvi suka dengan bima? Selama kita bersama baru kali ini selvi mengatakannya kata – kata itu berputar dalam pikiran sakura namun sakura mencoba untuk menjawabnya.
          “ bima , dimana yah? Tadi gue kantongin . eh ilang “
          “ monyet loe . gue serius “
          “ ada apaan sih serius banget kelihatannya “
          “ lu gak inget yah? Ini tanggal berapa? “
          “ 14 february “
          “ nah lu tau , gue mau ngasih coklat buat bima “
Sakura pun terdiam valentine days pikirnya dalam hati.
          “ udah ah gue cari bima dulu “ selvi pun pergi meninggalkan sakura yang tengah bengong di depan kelas. Dalam hati sakura hanya bisa berbisik kira – kira aditya kasih aku coklat gak yah?.

          Kelas IPA yang di huni oleh manusia cerdas itu mulai membuat kebisingan . berbeda dengan aditya dan bima . mereka berdua bagaikan dua homo yang sedang bergosip. “ bima …. “ panggil selvi dari depan kelas bima.
          “ tumben kesini? Ada apaan “
          “ ini buat kamu “ dengan malu – malu selvi mencoba memberanikan diri untuk memberinya cokla buatannya. Lalu pergi dari hadapan bima. Bima hanya berdiam dan bingung , hari ini membuatnya jadi pusing . sebenarnya ada apa sih? Bisiknya dalam hati.
“ dapet coklat dari siapa? “ Tanya aditya
          “ dari selvi sahabatnya sakura “
          “ gue nanti juga mau ngasih coklat ini buat sakura “ sambil mengambil coklat bentuk hati yang aditya siapkan dari kemarin. Bima hanya bisa diam , diam – diam dia juga telah mempersiapkan coklat untuk sakura. Bima mencoba melirik coklat itu yang ia simpan di tasnya. Namun bima berfikir kembali untuk tidak memberikannya kepada sakura karna dia tau bukan coklatnya yang dia harapkan. “ oh iya , kamu suka sama sakura dit? “ dengan hati – hati bima menanyakan hal itu . pertanyaan yang mengganjalnya sebulan kemarin. “ iya bim , gak tau kenapa aku suka sama dia , kamu mau bantu gak aku deket sama dia? “ bima gak bisa menjawab kini dadanya kian sesak setalah aditya berkata demikian. Seharusnya aku senang! Seharusnya aku mau membantunya namun kenapa aku merasa kini aku tak mampu! Aku lupuh dengan jawabannya bisik bima. Teringat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu. Ditaman. Berdua dengan sakura. Bisikkan itu. Masih terasa hangat. Seperti kemarin sakura membisikkan di telinga bima. Kata – kata harapan itu semakin lama semakin membuat bima kaku tak tentu arah. Seharian penuh bima terdiam . mencoba mencerna jawaban aditya tadi pagi. Kediaman bima tak diketahui oleh aditya , karena aditya merasa itu sudah menjadi sifat bima biasanya.
          Seusai sekolah seperti biasa sakura menunggu bima di ambang pintu gerbang parkiran. Dengan jaket pink berhias hello kitty kesukaan sakura dan tas pink yang dia gantung di pundak tidak lupa botol kecil berwarna pink di bawanya setiap hari. Tak terasa hari demi hari sakura terlihat serba pink dengan perpaduan kulitnya yang putih bagaikan bunga sakura yang siap gugur di tanah. Dari kejauhan aditya berjalan lurus tepat menuju sakura. Degub jantung kini menjadi music yang ia pikir secara otomatis akan berputar. “ hey sakura “ aditya pun mulai basa – basi.
          “ hey dit! Bima mana? Kok gak bareng? “ sambil celingukan mencari bima yang dari tadi di tunggunya. “ ini aku mau kasih ini “ coklat hati ini akhirnya diberikan kepada sakura. Sakura hanya bisa memandangnya. Harapan yang ia nanti akhirnya terwujud juga. “ ini serius dit? Coklat di hari valentine? “ senang gak karuan bercampur menjadi satu “ diiittt .. makasih banget lho. Aku bingung harus ngomong gimana lagi “ baginya melihat senyum sakura itu udah lebih dari cukup.
          Dari kejauhan bima melihat sakura mendapatkan coklat dari aditya. Bima merasa ada sesuatu yang tak beres dengan hatinya. Ia mulai menerjemahkan apakah aku cemburu? Berputar – putar bima memikirkannya tanpa ia tau tiba – tiba selvi mengagetkannya “ wooeeyy . bengong sendiri aje , awas kesambet cewek cantik “
          “ ih apaan sih lu “
          “ mandangin siapa sih? “ selvi pun mengikuti arah mata bima memandang “ lu mandangin sakura sama aditya? Ya allah bimaaaaa . samperin aja lagi ngapain di pandangin doang. “
          “ lu gak bakal ngerti sel , udeh diem aja “
          “ lu suka sama sakura? “
Bima pun terdiam dengan pertanyaan yang di ajukan kepadanya. Bingung harus jawab apa. Bima pun memilih diam.


Cinta pun tak menjawab

          Awan nan langit biru yang cerah , bima duduk di bawah pohon di taman dimana taman ini adalah tempat rahasia bima untuk berfikir dan melamun.
“ aku suka sakura? Apa iya? Kok aku gak tau ya? “ bergumam dan bergumam hanya ituyang bisa di lakukan bima gak ngerti harus gimana bingung yang dirasa mungkin kata kerennya adalah galau.
          Telpon pun berdering dilihatlah layar HP tertulis panggilan masuk dari sakura. Melihat nama itu bima enggan menjawabnya. Reject ..
          “ ih bima matiin telpon gue! “ sambil cemberut sakura pun membanting hpnya ke atas kasur
“ lu kenapa sih? “ selvi yang dari tadi merhatikan sahabatnya uring – uringan menunggu ketidak jelasan “ ada apa sih cantik “.
“ ini lho sel , bima! Gak angkat telpon gue “
“ lu ngapain nyariin bima? Lu pacaran? kok khawatir banget? “
Sakura pun terdiam , sakura berfikir apa yang di katakana selvi , kalau memang aku sama bima Cuma teman kenapa aku khawatir sama bima ya? Gumamnya dalam hati.
“ yeee malah bengong nih bocah  jawab woeeeyyy!! “
“ hehehehe  , enggalah gue kan sahabatnya  bima , kalau bima kenapa – kenapa kan gue juga yang repot , sebagai sahabat yang baik boleh dong gue khawatir “
“ lah lu emang pernah khawatir sama gue? Gue kan juga sahabat loe “
Sakura hampir akan menjawab pertanyaan selvi namun ada sesuatu yang mengagetkan mereka berdua.
“ guyyysssss “ suara zulfi menggelegar kamar sakura.
“ lu apaan sih kayak kesetanan “
“ gue ikutan nginep yah plissss “
“ rumah lu kan di sebrang sana “ sambil menunjuk rumah mewah di depan rumah sakura.
“ lu gak bersahabat banget deh sel , rumah lu kan juga di sebelah “
“ udah deh kalian ini mau nginep aja rebutan “
“ apa sih ? kita kan gak serius please deh sar “
Canda tawa pun dimulai perang bantal dan guling pun telah terjadi. Di luar sana bima lewat denga menuntun sepedanya , sejenak bima berhenti di depan rumah sakura , melihat sakura dan kawannya bercanda riang bersama. Ingin sekali mampir untuk lebih dekat melihat sakura tersenyum namun bima mengurungkan itu semua. “ melihat kamu tersenyum itu membuatku cukup , maaf ya sakura “ bisikan bima pun terdengar oleh angin malam yang berhembur lirih. Akhirnya bima pun pergi menaiki sepedanya.
Sakura melihat cendela berharap bima memberinya kabar di tengoknya jalanan di depan rumahnya merasakan bima lewat sambil melambaikan tangannya.

Pagi yang cerah sakura menunggu bima di depan pagar rumah , 15menit sudah sakura menunggu namun bima tak kunjung datang.
“ bima mana sih? “ sakura mulai khawatir
“ sar nunggu sapa? Bima kemana? “
“ gak tau nih kak? “
“ telpon aja “
“ gak bisa “
“ terus mau nuggu sampe kapan?”
“ bareng aja deh “
Dalam perjalanan sakura hanya bisa cemberut saja karena heran dengan apa yang di pikirkan bima.
“ kenapa sih kak bima itu? Bingung deh “
“ Tanya aja sama orangnya aja “
“ mana mau ngaku sih “
“ emang kamu ngapain dia”
“ gak ngapa – ngapain terakhir aku cerita ke bima kalau aku suka sama seseoranga namanya aditya pratama kak “
“ ya ampun dek , kamu umur berapa sih? Udah SMA kok kolot banget , itu namanya bima cemburu , bima ngilang berarti dia udah gak mau ngeganggu hubungan kalian berdua “
“ tapi kak … “
“ udah deh , coba pikirkan “
Sakura pun diam dan mulai berfikir apa yang di katakana kakaknya ada benarnya.

Di sudut kelas bima melamun memikirkan apa yang dia rasakan “ seharusnya aku bahagia kalau dia menyukain orang lain aku ini sahabatnya gak lebih “ suara hatinya selalu berputar tanpa hentinya.
“ woey bim , ada yang nyariin loe nih , masuk aja bima ada di pojokan tuh “ salah seorang teman bima menunjuk bima yang sedang berdiam diri di pojok kelas.
Sakura memandang suasana yang ada di sekitar bima , suram , tanpa ada kehidupan. Perlahan ia pun mendekati
“ bima “
“ ya? “
“ kamu kenapa? Dan kenapa tadi kamu gak jemput aku? “
“ maaf sakura , aku lagi ada masalah “
“ mau aku bantu? “
“ tidak terima kasih , ke kantin aja yuk aku lapar “

Seharian ini terasa berbeda , bima menjadi beda tidak seperti biasanya , ceria dan penuh semangat.
“ sar , kamu kok tumben sendirian ? bima mana? “
“ bima? Bima , kemana ya? aduh gak tau deh “ sakura bingung harus mengatakan apa. Dipikirannya hanya di hantui dengan sebuah tanda Tanya yang besar.
“ hey dit “ sapa bima
Sakura tertegun dengan suara itu. Pelan – pelan sakura mendongakkan kepalanya untuk melihat suara itu berasal.
“ sar , ntar malem maen yuk udah lama gak maen bareng. “
“ i..i..iya ..” jawab sakura 
BERSAMBUNG